FB IG

Ibadah Kurban Bukan Sekadar Ritual, tetapi Penguat Kepedulian Sosial

 


JAKARTA — Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat hubungan antarmasyarakat serta menumbuhkan solidaritas kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Hilman saat menjadi khatib Salat Iduladha 1447 Hijriah di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (27/5).

“Ibadah kurban memiliki dimensi yang kuat untuk meningkatkan kohesi atau kerekatan sosial dan menjadi ekspresi solidaritas antarsesama,” ujarnya.

Menurut Hilman, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan penting bagi umat Islam dalam membangun ketakwaan sekaligus kepedulian sosial. Kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan penguatan nilai kemanusiaan.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran tentang pentingnya kesabaran, keteguhan, dan keberanian dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Pengorbanan dalam hidup, termasuk tradisi berkurban, pada hakikatnya merupakan jalan untuk mencapai ketakwaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Iduladha 1447 H PP Muhammadiyah, Pachrul Septiana, menyampaikan bahwa pada tahun ini PP Muhammadiyah menerima dan menyalurkan 20 ekor sapi kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, hewan kurban tersebut akan didistribusikan melalui jaringan persyarikatan Muhammadiyah mulai tingkat daerah, cabang, hingga ranting.

“Tahun ini kami menerima 20 sapi, termasuk bantuan dari Presiden dan Wakil Presiden. Distribusi diprioritaskan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Pelaksanaan kurban Muhammadiyah tahun ini kembali menegaskan peran dakwah sosial Persyarikatan dalam memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama, terutama pada momentum Iduladha.


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak