Gandrungmangu – Di tengah hamparan lahan pertanian yang berada di sebelah selatan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gandrungmangu, berdiri sebuah greenhouse sederhana namun produktif. Dari tempat inilah lahir melon-melon premium yang dikenal memiliki rasa manis khas dan tekstur renyah yang membuat banyak pembeli kembali datang untuk membeli.
Tim redaksi berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan Zaenal Mutakin, atau yang akrab disapa Pak Zen, pemilik greenhouse sekaligus anggota aktif Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Gandrungmangu.
Dengan penuh semangat, Pak Zen mengajak kami berkeliling melihat tanaman melon yang tumbuh rapi di dalam greenhouse berukuran sekitar 12 x 20 meter tersebut.
"Alhamdulillah, kapasitas greenhouse ini sekitar 800 tanaman melon. Semua kami kelola dengan sistem hidroponik agar nutrisi tanaman lebih terkontrol dan hasil buah lebih maksimal," ujar Pak Zen saat menunjukkan deretan tanaman melon yang mulai memasuki masa pembesaran buah.
Budidaya Melon Hidroponik Berkualitas Premium
Menurut Pak Zen, varietas melon yang dibudidayakan merupakan jenis unggulan yang memiliki cita rasa manis dengan tekstur sedikit renyah. Karakteristik tersebut menjadi daya tarik tersendiri di kalangan konsumen.
"Banyak pelanggan yang setelah mencoba sekali kemudian kembali membeli. Selain manis, daging buahnya juga tidak lembek, ada sensasi renyah yang disukai konsumen," jelasnya.
Untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi, proses perawatan dilakukan secara intensif mulai dari pemilihan bibit, pengaturan nutrisi, hingga pengontrolan kelembaban dan suhu di dalam greenhouse.
Pak Zen juga membagikan beberapa ciri melon yang memiliki tingkat kemanisan tinggi.
"Biasanya kalau jaring pada kulit buah semakin rapat dan menonjol, itu salah satu indikator melon berkembang dengan baik. Selain itu warna kulit lebih merata, tangkai mulai mengering secara alami, dan aroma harum mulai tercium ketika mendekati masa panen," terangnya.
Menurutnya, faktor cuaca, nutrisi, dan ketepatan waktu panen sangat menentukan kualitas rasa buah.
Harga Kompetitif dengan Kualitas Premium
Dengan kualitas yang dihasilkan, melon dari greenhouse milik Pak Zen dipasarkan dengan harga antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas buah.
Harga tersebut dinilai masih sangat kompetitif mengingat proses budidaya hidroponik memerlukan perhatian dan biaya operasional yang tidak sedikit.
"Kami berusaha menjaga kualitas supaya konsumen puas. Kalau kualitas bagus, insyaallah harga juga mengikuti dan pembeli tidak keberatan," tambahnya.
Integrasi Pertanian dan Perikanan
Menariknya, aktivitas Pak Zen tidak hanya berhenti pada budidaya melon. Tepat di sisi greenhouse, terdapat beberapa kolam yang digunakan untuk pembesaran ikan gurame.
Kolam-kolam tersebut menjadi sumber usaha tambahan yang saling mendukung dengan kegiatan pertanian yang dijalankan.
"Selain melon, saya juga mengelola pembesaran gurame. Jadi ada dua usaha yang berjalan bersamaan. Ketika salah satu belum panen, masih ada usaha lainnya yang bisa menopang," ujarnya.
Model usaha terintegrasi seperti ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani.
Semangat JATAM Mengembangkan Pertanian Berkemajuan
Sebagai anggota Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Pak Zen berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian modern.
Menurutnya, pertanian saat ini sudah jauh berkembang dan tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional semata. Pemanfaatan teknologi, sistem hidroponik, dan manajemen usaha yang baik membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
"Pertanian sekarang harus terus berinovasi. Kalau dikelola dengan serius dan menggunakan teknologi yang tepat, hasilnya sangat menjanjikan. Saya berharap semakin banyak anak muda Muhammadiyah yang tertarik terjun ke dunia pertanian," tuturnya.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, apa yang dilakukan Pak Zen menjadi contoh nyata bahwa inovasi, ketekunan, dan kemauan untuk belajar mampu menghadirkan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Dari greenhouse berkapasitas 800 tanaman melon hingga kolam pembesaran gurame yang berada di sampingnya, semangat bertani berkemajuan terus tumbuh di Gandrungmangu.
.jpeg)

