Siapkan Investasi Jangka Panjang Alpukat dan Kakao untuk Kemandirian Umat
Gandrungmangu, 6 Juni 2026 – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi umat terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gandrungmangu melalui pengelolaan aset wakaf produktif. Sabtu (6/6/2026), jajaran pimpinan PCM Gandrungmangu bersama pengelola lahan melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke kebun wakaf produktif yang berada di Dusun Cibaya, Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman alpukat dan kakao (cokelat) yang telah dibudidayakan selama kurang lebih dua tahun terakhir di atas lahan wakaf seluas satu hektar. Dalam peninjauan tersebut, para pimpinan melihat kondisi tanaman yang tumbuh subur dan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Di lahan tersebut saat ini ditanam sekitar 50 pohon alpukat dan 150 pohon kakao yang dipersiapkan sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan ekonomi Persyarikatan.
Menurut pengelola lahan, tanaman yang saat ini berusia sekitar dua tahun tersebut diperkirakan akan mulai memasuki masa produktif dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.
"Alhamdulillah perkembangan tanaman cukup baik. Jika perawatan berjalan optimal dan kondisi cuaca mendukung, insyaallah sekitar tiga tahun lagi tanaman alpukat maupun kakao sudah mulai menghasilkan dan dapat dipanen," ungkap salah satu pengelola lahan saat mendampingi peninjauan.
Wakaf Produktif untuk Masa Depan Persyarikatan
Lahan di Dusun Cibaya bukan satu-satunya aset wakaf yang dikelola PCM Gandrungmangu. Muhammadiyah Gandrungmangu juga memiliki lahan wakaf produktif lainnya yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu, dengan luas mencapai lebih dari 1,5 hektar.
Selain itu, terdapat pula sejumlah lahan pertanian berupa sawah produktif yang selama ini telah dikelola untuk mendukung berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Seluruh aset wakaf produktif tersebut dikelola secara bersama oleh Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan Majelis Ekonomi PCM Gandrungmangu, sebagai bentuk implementasi pengelolaan wakaf yang tidak hanya berfungsi sebagai aset pasif, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Mengapa Memilih Alpukat dan Kakao?
Pemilihan komoditas alpukat dan kakao bukan tanpa pertimbangan. Kedua tanaman tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan sesuai dengan kondisi lahan serta iklim wilayah Gandrungmangu.
Alpukat saat ini menjadi salah satu komoditas buah yang permintaannya terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga, kebutuhan industri makanan dan minuman, maupun pasar modern. Harga yang relatif stabil serta masa produktif tanaman yang panjang menjadikan alpukat sebagai investasi pertanian jangka panjang yang menarik.
Sementara itu, kakao dipilih karena merupakan salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki pasar luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain menghasilkan biji kakao sebagai bahan baku industri cokelat, tanaman kakao juga memiliki produktivitas yang cukup baik apabila dikelola secara intensif.
Kombinasi alpukat dan kakao juga dianggap tepat dari sisi pemanfaatan lahan. Kakao yang membutuhkan naungan dapat tumbuh berdampingan dengan pohon alpukat yang kelak berkembang menjadi tanaman pelindung alami.
"Kami tidak hanya menanam untuk hari ini, tetapi menyiapkan manfaat untuk lima, sepuluh bahkan puluhan tahun ke depan. Inilah semangat wakaf produktif yang ingin dikembangkan Muhammadiyah," ujar salah satu pimpinan PCM Gandrungmangu di sela-sela kegiatan.
Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah
Bagi Muhammadiyah, pengelolaan aset wakaf produktif merupakan bagian penting dari strategi membangun kemandirian organisasi. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan lahan diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan bagi berbagai program dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Keberhasilan budidaya alpukat dan kakao ini juga diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa tanah wakaf tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fisik semata, tetapi juga mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi umat.
Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya semangat baru dalam pengembangan sektor pertanian modern di lingkungan Muhammadiyah, khususnya di Gandrungmangu.
Harapan untuk Generasi Mendatang
Para pimpinan PCM Gandrungmangu berharap tanaman yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan dapat berkembang dengan baik hingga memasuki masa panen. Mereka juga berharap aset wakaf yang dikelola hari ini dapat menjadi warisan produktif bagi generasi Muhammadiyah di masa depan.
"Kami berharap beberapa tahun mendatang kebun ini tidak hanya menghasilkan buah alpukat dan kakao, tetapi juga menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi para wakif dan seluruh masyarakat," ungkap salah seorang pimpinan PCM.
Harapan serupa juga disampaikan warga Muhammadiyah yang melihat pengembangan kebun wakaf ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi Persyarikatan. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kebun wakaf alpukat dan kakao ini diharapkan menjadi salah satu ikon keberhasilan pengelolaan wakaf produktif di wilayah Gandrungmangu.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, langkah PCM Gandrungmangu mengoptimalkan aset wakaf melalui sektor pertanian menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui ikhtiar nyata membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
