Merespons kondisi tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Cilacap bersama sejumlah unsur Muhammadiyah dan pemangku kepentingan terkait kembali bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Pada Senin (18/8/2026), bantuan air bersih disalurkan ke dua wilayah, yakni Dusun Igirtugel, Desa Kertajaya, dan Dusun Cibriluk, Desa Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu.
Distribusi bantuan dilakukan berdasarkan informasi dari pemerintah desa serta hasil asesmen lapangan yang dilakukan UPT PKBD Sidareja BPBD Kabupaten Cilacap bersama MDMC Cilacap. Asesmen menunjukkan bahwa penurunan debit sumber air telah menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
10.000 Liter Air Bersih Disalurkan
Distribusi pertama dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Igirtugel RT 03/RW 03, Desa Kertajaya. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan melalui satu titik distribusi.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 48 kepala keluarga atau sekitar 167 jiwa yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Setelah itu, tim melanjutkan distribusi ke Dusun Cibriluk RT 02 dan RT 07/RW 04, Desa Cinangsi, sekitar pukul 10.00 WIB.
Di wilayah tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih kembali didistribusikan melalui dua titik, yakni RT 02/RW 04 dan RT 07/RW 04. Bantuan tersebut menyasar 112 kepala keluarga dengan total sekitar 359 jiwa.
Dengan demikian, dalam satu rangkaian kegiatan tersebut, MDMC Cilacap mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada 160 kepala keluarga atau sekitar 526 jiwa.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga selama sumber air masih mengalami penurunan debit.
Kekeringan Tak Hanya di Dua Desa
Persoalan keterbatasan air bersih di Kecamatan Gandrungmangu tidak hanya terjadi di Desa Kertajaya dan Desa Cinangsi.
Sejumlah desa lain di wilayah Gandrungmangu juga telah mengalami kondisi serupa. Berdasarkan pemantauan dan respons lapangan, MDMC bersama BPTD juga telah mendistribusikan bantuan air bersih ke beberapa wilayah lain, di antaranya Desa Layansari, Desa Gintungreja, dan Desa Karanggintung.
Distribusi bantuan di sejumlah desa tersebut menjadi indikasi bahwa persoalan air bersih mulai meluas di wilayah Gandrungmangu seiring menurunnya ketersediaan sumber air pada musim kemarau.
Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan. Bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk respons cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi pemantauan sumber air serta langkah antisipasi jangka menengah dan panjang juga diperlukan.
Debit Sumur Warga Terus Menurun
Hasil asesmen di lapangan menunjukkan sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit. Sumber air yang sebelumnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi mencukupi.
Sebagian masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif dengan jarak yang lebih jauh. Situasi ini tidak hanya menambah beban masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga apabila kondisi berlangsung dalam waktu panjang.
Air bersih sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, minum, mencuci, mandi, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Apabila kekeringan terus berlanjut dan sumber air semakin terbatas, terdapat potensi munculnya persoalan sanitasi serta gangguan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan, fasilitas umum di wilayah terdampak masih dapat berfungsi.
Respons Cepat Berbasis Asesmen
Respons MDMC Cilacap diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan pelaksanaan kaji cepat untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Pendekatan berbasis asesmen tersebut penting agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan dapat diprioritaskan kepada masyarakat yang paling terdampak.
Selain distribusi air bersih, pemantauan terhadap perkembangan kondisi sumber air juga perlu dilakukan secara berkala.
Jika debit sumber air terus menurun, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi masing-masing wilayah.
MDMC juga mendorong koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, dan masyarakat setempat agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Kolaborasi Lintas Elemen
Respons kemanusiaan di Gandrungmangu melibatkan berbagai unsur. Dalam kegiatan distribusi air bersih di Desa Kertajaya dan Desa Cinangsi, terlibat LAZISMU Kabupaten Cilacap, PDA Cilacap, LLHPB Cilacap, PCA Gandrungmangu, MDMC Cilacap, KOKAM Cilacap, UPT PKBD Sidareja BPBD Kabupaten Cilacap, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Dari unsur MDMC Cilacap, kegiatan melibatkan Wien, Nunung, Rangga, dan Arif Sahmi. Dari KOKAM Cilacap terdapat Jamaludin.
Sementara itu, LAZISMU Cilacap menurunkan Cesario, Riyanto Eko, dan Budi Santosa. PDA Cilacap melibatkan Minti, Ririn, dan Mey Purwanti, sedangkan PCA Gandrungmangu diwakili Endang. Dari LLHPB Cilacap terlibat Palupi Ismail.
Dukungan dari BPBD Kabupaten Cilacap melalui UPT PKBD Sidareja juga menjadi bagian penting dalam proses asesmen dan penanganan di lapangan, dengan personel Arijatul Ma'rifan dan Sugiono.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam koordinasi dan penanganan kebencanaan, sementara organisasi kemanusiaan dan masyarakat dapat memperkuat respons cepat di tingkat lapangan.
MDMC Cilacap menilai distribusi air bersih perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi sumber air di masing-masing wilayah.
Jika hujan belum turun dan debit sumur warga terus menurun, kebutuhan air bersih masyarakat berpotensi meningkat. Karena itu, bantuan secara berkala diperlukan untuk mencegah masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Selain bantuan darurat, langkah pencegahan juga perlu dilakukan melalui pemantauan sumber air, pemetaan wilayah rawan kekeringan, koordinasi lintas sektor, serta edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan penggunaan air.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan pemanfaatannya untuk kebutuhan paling mendasar.
Menjaga Akses Air Bersih bagi Warga
Kondisi di Gandrungmangu menjadi pengingat bahwa musim kemarau dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama ketika sumber air utama mengalami penurunan debit.
Bagi warga di Dusun Igirtugel, Dusun Cibriluk, serta desa-desa lain yang mulai terdampak, distribusi air bersih menjadi bantuan yang sangat berarti untuk menjaga kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
MDMC Cilacap bersama unsur Muhammadiyah dan para pihak terkait diharapkan dapat terus melakukan pemantauan dan respons sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sebab, di tengah musim kemarau, satu tangki air bukan hanya sekadar bantuan—melainkan menjadi penopang kebutuhan dasar bagi ratusan warga yang sumber airnya mulai mengering.
RedaksiMu Gandrungmangu






